jump to navigation

Bangun Persatuan Kelas Pekerja Asia Tenggara! Oktober 15, 2009

Posted by jrki in Uncategorized.
trackback

Pernyataan Sikap Bersama
Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Partai Sosialis Malaysia (PSM), dan Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP)

Bangun Persatuan Kelas Pekerja Asia Tenggara!

Kaum buruh tidak mempunyai tanah air. Kita tidak dapat mengambil dari mereka apa yang tidak ada pada mereka. (Karl Marx, 1848)

_Pendahuluan_
Beberapa waktu yang lalu kembali berkumandang sentiment-sentimen anti Malaysia setelah munculnya kasus dugaan klaim Malaysia terhadap tarian pendet. Kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan Malaysia pun saling mengomentari persoalan itu. Disisi lain muncul aksi-aksi di Indonesia yang mengusung isu anti Malaysia. Kejadian tersebut bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya sentiment-sentimen Chauvinis tersebut telah muncul beberapa kali akibat kasus-kasus seperti perebutan daerah seperti Pulau Sipadan Ligitan, Blok Ambalat, Pulau Jemur; klaim budaya seperti Tarian Reog dan juga Lagu Rasa Sayang-sayange.

_Kepentingan Kelas Borjuasi dibelakang Sentimen Chauvinis_
Meningkatnya sentimen anti Malaysia maupun anti Indonesia sesungguhnya adalah ekspresi kepentingan politik kelas borjuasi yang berkuasa di kedua negara. Jika kita perhatikan sensasi yang dihembuskan di media massa sebagai alat untuk membakar kebencian rakyat ke dua bangsa adalah selalu menyangkut soal HAK KEPEMILIKAN PRIBADI dan AKSES TERHADAP MODAL. Mulai dari kasus sengketa pulau-pulau dan perairan yang mengandung sumber gas dan mineral (Ambalat, Sipadan-Ligitan) hingga kisruh hak paten kebudayaan (sic) dalam persaingan bisnis pariwisata.

Dalam kasus perebutan Blok Ambalat terlihat kepentingan modal yang bermain didalamnya. Blok Ambalat merupakan area kaya dengan minyak bumi (diperkirakan sebesar 1 miliar barrel minyak mentah) menjadi rebutan dari perusahaan-perusahaan minyak internasional. Indonesia pada tahun 1980an telah menandatangani perjanjian dengan Emi Ambalat Ltd. (Italia) dan Unocal Indonesia Ventures Ltd (AS). Sementara Malaysia telah menandatangani perjanjian dengan Shell (Belanda) dan Petronas.

Sementara itu klaim-klaim budaya oleh Malaysia selalu berkaitan dengan kepentingan industri pariwisata Malaysia. Industri pariwisata Malaysia merupakan sektor terbesar kedua untuk mendapatkan mata uang asing, setelah manufaktur. Sebagai contoh ekonomi Malaysia mendapatkan RM 17,40 miliar dari 10,22 juta wisatawan pada tahun 2000. Tahun-tahun berikutnya selalu mengalami peningkatan, tahun 2001 menjadi RM 24,20 miliar, tahun 2002 menjadi RM 25,80 miliar. Kemudian pada tahun 2004 menjadi RM 29,7 miliar dan RM 32 miliar ditahun 2005. Tahun lalu Malaysia mendapatkan RM 36,3 miliar (USD 10,4 miliar) dari sektor pariwisata. Sektor pariwisata Malaysia juga memberikan sumbangan cukup besar pada ketersediaan lapangan kerja. Dari total seluruh tenaga kerja Malaysia 51 persen bekerja pada sektor jasa. Jumlahnya sekitar 5,4 juta dari 10,73 juta tenaga kerja nasional dipekerjakan secara langsung ataupun tidak langsung di sektor pariwisata seperti restaurant, agen perjalanan, maskapai penerbangan, transportasi, dsb. Dengan menyediakan lapangan kerja, sektor pariwisata telah memainkan peran penting untuk menekan pengangguran pada tingkatan sekitar 3,5 persen (tahun 2005/2006).

_Kepentingan dan Perjuangan Internasional Kelas Pekerja Malaysia dan Indonesia_
Esensi dari pengobaran kebencian terhadap ORANG MALAYSIA di Indonesia dan ORANG INDONESIA di Malaysia adalah cerminan sikap klise usang dari kepentingan reaksioner borjuis yang berkedok nasionalis. PRP, KASBI, dan PSM lebih bersepakat untuk memahami pengobaran chauvinisme kebangsaan sempit saat ini dalam perspektif Marxis. Karl Marx pernah menyatakan, “Kaum buruh tidak mempunyai tanah air. Kita tidak dapat mengambil dari mereka apa yang tidak ada pada mereka.” Kelas pekerja bersifat internasional dan harus berjuang di arena internasional. Kelas pekerja di Indonesia dan Malaysia justru harus memperkuat solidaritas perjuangan dan merefleksikan dengan tepat komentar Karl Marx tentang nasionalisme reaksioner kelas Borjuis.

Pembangunan solidaritas internasional tidak dapat dilepaskan dari perlawanan terhadap Imperialisme dan Neoliberalisme. Imperialisme dan Neoliberalisme masuk ke Negara-negara dunia ketiga melalui berbagai cara. Serangan militer seperti yang dilakukan terhadap rakyat Irak ataupun melalui Rejim Boneka yang berkuasa. Di Indonesia kebijakan-kebijakan neoliberal masuk melalui Rejim Boneka yang berkuasa. Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengucuran hutang melalui lembaga-lembaga keuangan internasional ataupun langsung dari Negara-negara Imperialis utama. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain; privatisasi, penjualan sumber daya alam serta labour market flexibility. Bahkan hari ini ditengah kondisi krisis kapitalisme global kelas pekerja dalam semua variasinya (bekerja dan menganggur, musiman, kontrak atau subkontrak, formal dan informal) adalah sumber utama penghasilan kapitalis (secara langsung melalui keuntungan atau tidak langsung melalui bunga, pajak, royalti dan sewa).

Mentalitas reaksioner seperti chauvinisme dan semua mentalitas reaksioner dan kolot, akan dihilangkan dalam masyarakat sosialis, bukan dengan cara memaksa orang, melainkan karena kondisi sosial akan dirubah. Dan kondisi sosial cenderung membentuk pikiran dan sentimen orang. Kondisi sosial di bawah kapitalisme yang mendewa-dewakan kepemilikan pribadi dan eksploitasi sebagai cara kaum borjuasi mengejar kemakmuran harus dihapuskan. Seiring dengan dibangunnya kondisi sosial yang sosialistis dimungkinkan pula hapusnya prasangka reaksioner picik yang hanya menguntungkan kepentingan kelas borjuasi tapi menghasut kelas pekerja untuk berperang dan bertikai diantara sesama kelas tertindas di dua negeri yang ditindas neoliberalisme dan imperialisme —Indonesia dan Malaysia.

Jakarta, Indonesia, October 15, 2009

National Chairperson
Working People’s Association (PRP)

(Anwar Ma’ruf)

Chairperson
Confederation Congress of Indonesia Union Alliance (KASBI)

(Nining Elitos)

Kuala Lumpur, Malaysia, October 15, 2009

International Bureau
Socialist Party of Malaysia (PSM)

(Choo Chon Kai)

*****
Sosialisme, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu, Bangun Partai Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
Jl. Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@gmail.com / prppusat@yahoo.com
Website: http://www.prp-indonesia.org

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: