jump to navigation

KPI dan KPU Berharap Lembaga Penyiaran Dukung Pelaksanaan Pemilu 2009 Februari 16, 2009

Posted by jrki in Uncategorized.
trackback

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengharapkan dukungan dari lembaga penyiaran untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja dan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam acara media gathering KPI Pusat dengan tema Sosialisasi Pemilu Melalui Media Penyiaran di KPI Pusat, hari ini (16/2).

“Kesuksesan pelaksaan Pemilu merupakan bagian dari kesuksesan Negara dan bangsa ini. Jadi kami harapkan semua pihak membantu dan mendukung pelaksanaan hajatan ini agar lancar dan sukses,” kata Ketua KPU dan juga diiyakan oleh salah satu anggota KPU yang juga hadir dalam acara tersebut, Endang Sulastri.

Terkait itu, Sasa Djuarsa pun meminta kepada lembaga penyiaran khususnya radio untuk menyiarkan siaran-siaran atau pengiklanan soal pelaksanaan Pemilu kepada pendengarnya. Menurutnya, efek siaran radio melalui sound efeknya  kepada masyarakat cukup berpengaruh dan sangat efektif. “Mohon teman-teman radio bersedia melakukan hal itu,” pintanya.

Endang juga mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar masyarakat Indonesia (menurut hasil survey yang diungkapkan Endang ada 80%) mengetahui Pemilu melalui iklan dari media elektronik. Karenanya, iklan melalui media elektronik terbilang efektif diketahui oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary juga meminta kepada setiap peserta Pemilu 2009 yang akan beriklan di lembaga penyiaran agar mencantumkan tanggal hari pelaksanaan pemilihan umum. Ini dalam upaya mensosialisasikan secara luas kepada masyarakat tentang hari pelaksanaan tersebut yang direncanakan pada 9 April 2009.

“Diharapkan setiap peserta baik itu iklan yang dilakukan oleh perorangan caleg atau pun iklan dari partai yang bersangkutan, untuk juga mencantumkan tanggal pemilihan umumnya dalam iklannya,” pintanya.

Diawal pertemuan, dijelaskan oleh pihak KPU bahwa proses pemilihan cara baru yakni dengan mencontreng lebih banyak diketahui oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Ini diketahui pada saat simulasi pelaksanaan dibeberapa daerah ditanah air oleh KPU beberapa waktu lalu seperti di Aceh dan Papua. Menurut KPU, presentase kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil justru lebih kecil dari pada presentase kesalahan oleh masyarakat di perkotaan.

Selain itu, dijelaskan juga oleh pihak KPI mengenai peranannya dalam Pemilu 2009 ini. Terkait Pemilu 2009, KPI tidak mengeluarkan peraturan. Pasalnya, otoritas KPI dalam Pemilu 2009 hanya sebagai pengawas isi siaran. Red

Komentar»

1. eko - Juni 30, 2009

kami dari salah satu radio komunitas. gimana kami bisa ikut mengsukseskan pemilu 2009???? lhawong kami masih di hantu dengan adanya swwepping oleh KPI… kami memang belum punya izin…. gimana mau izin lahawongg biaya untuk izin saja puluhan juta… apa ya bisa radio komunitas membayar sebesar itu???? bagi kami punya uang untuk bayar listrik saja sudah bersyukur…

2. fajar_bc - Juli 11, 2009

iya tuh bapak2…dukungan media penyiaran dan media massa lainnya pengaruhnya kepada masyarakat itu luar biasa lho pak,,jadi kami mohonlah,supaya media2 penyiaran tsb dapat bersikap independent,karena pengaruh pembentukan sikap masyarakat yg luar biasa tsb..
terima kasih untuk semua media penyiaran yg telah bekerja secara independent,Indonesia menyambut baik setiap berita yang Anda bawa,…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: