jump to navigation

Sudah Waktunya Berbuat Mei 24, 2008

Posted by jrki in Uncategorized.
trackback

Kawan-kawan,

Baru saja tadi malam kita mendengarkan bersama pengumuman pemerintah mengenai kenaikan harga BBM, yang kemudian disambung dengan penjelesan mengenai pendistribusian BLT. Persoalan ini masih pro-kontra. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Bahkan demo-demo masih marak dilakukan oleh banyak pihak di Jakarta dan kota-kota lain. Saya sedang tidak mengajak kita untuk mengkritisi kebijakan itu. Suka atau tidak suka, kebijakan itu pasti dijalankan dan program BLT sudah digulirkan.
Ada hal penting yang menjadi peluang penting untuk dilakukan oleh media-media komunitas, baik itu radio maupun televisi (bahkan media cetak komunitas sekalipun). Peran apa yang dapat dilakukan? Isu apa yang menjadi perhatian warga terkait kenaikan BBM dan pembagian BLT?
Ada beberapa hal yang menurut saya bisa dilakukan pegiat TV dan Radio Komunitas.
(1) Selama ini kita selalu mendengar bagaimana pendapat elite dan demo mahasiswa terkait soal penolakan kenaikan BBM. Mungkin ada baiknya kita juga dengar pendapat warga mengenai isu tersebut. Apa yang mereka bayangkan  dan mereka rasakan? dan yang tidak kalah penting apa yang dilakukan oleh warga?  Dulu… jaman baheula, sebagian kita mungkin masih ingat ada social safety net (JPS) yang memang benar-benar lahir dan ada ditengah komunitas. Bentuknya bukan pada pembagian BLT, proyek padat karya. Tetapi pada bentuk-bentuk solidaritas sosial yang terbangun di tiap2 kampung. Masih ingatkah kita soal lumbung desa. Lumbung yang disiapkan oleh desa untuk menghadapi masa paceklik, yang diperuntukan bagi warganya. Atau solidaritas di tingkat dusun, mengumpulkan dana kesetiakwanan ketika ada warga yang kesulitan kemudian dibantu, dan masih banyak wadah-wadah lain. Wadah semacam ini, hampir punah. Bahkan bertambah pundah lagi ketika krisis 1997 yang lalu digilas oleh program JPS versi Pemerintah. Lihat saja kini solidaritas antar warga mulai jauh berkurang. Tentu sebabnya tak hanya karena program JPS itu, masih banyak yang lain. Tapi tahukah kita, apakah wadah-wadah yang bermodalkan solidaritas sosial itu masih terpelihara? Jika ada dimana? media-media komunitas bisa menggali di komunitasnya tentang kearifan lokal masing-masing terkait hal itu. Di formulasikan dengan baik, di upload melalui milis2 kita, website yang terkait. Dari istu kita bisa belajar satu sama lain, dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mengambil inisiatif di kampung kita masing-masing. Pertukaran pengetahuan mengenai isu ini akan menjadi kekuatan penggerak baru di lapangan. Dan peran TV maupun Radio komunitas sangat penting dalam hal pengelolaan dan sharing pengetahuan ini.
(2) Pada masa-masa sebelum ini, salah satu persoalan terbesar dalam pendistribusian BLT adalah ketepatan pada sasaran. Biasanya daftar penerima BLT itu ditentukan dari luar (BPS, Pemerintah Kab/Kota, pemerintah desa). Bisa saja mekanisme itu diikuti oleh warga. Tetapi harus ada kontrol yang jelas, apakah si A memang berhak menerima, si B memang pantas menerima. Bagaimana caranya? Media-media ini merilis daftar penerima BLT di kampungnya masing-masing, lengkap dengan data-data dan identitas keluarga miskin yang terdaftar. Ini dilakukan sesering mungkin. Dampak apa yang diharapkan? Suara warga!! Suara warga mengenai list tersebut. Apakah ada yang dianggap tidak benar, data dimanipulasi, tidak sesuai dengan kondisi sekarang dan sebagainya. Dengan metode penyampaian yang masing-masing media saya kira sudah bisa paham bagaimana melakukannnya, kita mendapat feedback langsung dari warga. Feedback tersebut dikelola sedemikian rupa untuk diajukan pembahasannya dalam rapat2 desa misalnya. Atau langsung disampaikan kepada Kepala Desa (Kepala Desa diundang talkshow ke radio/TV untuk dimintai komentarnya) . Dalam konteks persoalan ini, media komunitas ditempatkan sebagai watch dog yang benar-benar merupakan penyambung lidah kelompok-kelompok warga. Cerita dan proses yang dilakukan ada baiknya juga kemudian di share kepada media komunitas yang lain, harapannya akan terbangun kekuatan komunitas dalam rangka memonitor proses-proses penyaluran BLT maupun program-program sejenis. Dan ini semua disandarkan kepada kepentingan komunitasnya masing-masing (ide ini sebenarnya terinspirasi dari radio dan buletin komunitas ANGKRINGAN delapan tahun yang lalu).
Tentu saja masih banyak ide-ide yang bakal lahir dari kawan-kawan terkait respon kita terhadap kebijakan yang baru saja ditetapkan oleh Pemerintah tadi malam. Saya yakin pula sudah ada kawan-kawan pegiat media komunitas yang menjalankan proses-proses ini semua.
Salam,

Imam Prakoso
Combine Resource Institution
iprakoso@combine. or.id
www.combine. or.id

Komentar»

1. uni Yet - Mei 25, 2008

Uni sangat setuju dengan saran mas imeng memang saatnya kita memantau penyaluran BLT apakah tepat sasaran atau tidak,dan yang paling penting sekali kita kembali menggali potensi potensi lokal di kampung kita sendiri dalam membangun semangat gotong royong dan kebersamaan.kita perlu saling tukar informasi dan saling berbagi pengalaman dalam pengontrolan penyaluran BLT,dan paling strategis sekali kita lakukan melalui media komunitas.uni doakan semoga kita bisa berbuat demi kehidupan bangsa kita ini

Wassalam

Uni Yet(Nurhayati Kahar)
di Pariaman SumBar

2. anton birowo - Mei 26, 2008

Ide baik mas Imenk. Di tengah krisis yg timbul belakangan ini, keguyuban, dialog antarwarga semoga bisa menjadi cara untuk memecahkan dan meringankan masalah bersama. Cerita sukses radio komunitas di berbagai tempat akan memberi inspirasi bagi yang lain. Kiranya, kini saat yg tepat bagi radio komunitas untuk semakin meningkatkan kemanfaatannya bagi warga komunitasnya. Salam untuk semua

Anton Birowo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: