jump to navigation

ANAK KANDUNG YANG ‘SENGAJA’ DILUPAKAN Desember 6, 2007

Posted by jrki in Uncategorized.
trackback

Sulhan Syafi’i

Wartawan Gatra, ketua FDWB

           

‘’Selamat siang ini adalah radio…… selamat mendengarkan lagu pesanan anda…’’ begitu kata sang penyiar  menyapa telinga para pendengar. Ketika sang penyiar radio keluar studio, ia tak bersinggungan dengan kebisingan kota.

Studio ini berada jauh di atas puncak bukit, tepatnya di selatan Jawa Barat. Jauh  di ujung sana, radio ini setia menemani para pendengarnya di kampung . Gunung Halu, sebuah tempat terpojok di wilayah Jawa Barat.

Menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan kincir air, menggunakan jaringan kabel yang dibangun sendiri, dan menggunakan peralatan sendiri, radio ini berjibaku menghibur warga.

            Tak pantas rasanya pemerintah mengabaikan peran radio semacam ini. Mereka layaknya dokter PTT yang berada jauh di ujung dunia. Berdedikasi menyehatkan warga secara fisik. Nah bagian radio komunitas adalah menyehatkan warga secara rohani. Mereka butuh hiburan.

            Dengan memberikan hiburan saja, peran mereka sangat berarti bagi warga yang tak terjangkau sinyal telepon seluler, tak ada jaringan televisi atau radio komersil yang hanya bercokol di kota kota.

            Keberadaan mereka makin vital ketika para penyiar memberikan semacam pencerahan di bidang-bidang kebutuhan dasar.  Warga yang tak mendapat apapun dari pemerintah harus berjuang sendiri. Mereka harus bisa mendapat informasi,

            Radio komunitas yang telah melakukan semua secara mandiri. Mereka nampak tak perlu campur tangan pemerintah untuk hidup ‘layak’.  Mereka cukup hidup di hati masyarakat pendengarnya. Ruangan   kosong yang ditinggalkan pemerintah dan radio komersial bermodal besar  dengan setia diisi oleh radio komunitas.

            Nafas mereka  100 persen berkat keuletan para pengelolanya. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah menutup akses bagi mereka untuk mendapatklan sedikit uang dari para  mafia media besar.

            Apa gerangan kesalahan pengelola atau institusi radio komunitas ?

            Pemilik modal di kota yang memiliki akses besar ke pengambil keputusan telah mempermainkan hak radio komunitas untuk mendapatkan sedikit logistik dari para pengiklan atau para kandidat dalam pemilihan kepala daerah.

            Apa salah radio komunitas ?

            Susah benar untuk mendapatkan jawaban ini. Padahal secara nyata merekalah yang bisa bertahan dan tidak pamrih dalam banyak kesempatan.

            Keserakahan para pemilik modal memang tak menyisakan ‘gizi’ sedikit pun pada radio komunitas. Padahal seharusnya  radio komersil berterima kasih pada radio komunitas, karena mereka dengan sukarela mengisi kekosongan yang ada di daerah yang tak berpotensi secara ekonomi.

            Mereka lupa bahwa anak kandung dari demokrasi adalah radio komunitas.  Warga dengan  gayanya sendiri dan keinginanannya sendiri mendirikan dan mengelola informasi. Terserah itu dianggap tak layak oleh radio komersil.

            Tapi itulah gaya radio komunitas. Mereka  hidup di hati para pendengarnya. Mereka mengambil alih peran pemerintah yang seharusnya menyebarluaskan informasi di daerah terpencil.

            Kita harus tetap mengingatkan pemerintah  Kita wajib terus mengingatkan pemerintah bahwa konspirasi dengan pemilik modal bisa mematikan radio komunitas.  Padahal merekalah adalah anak kandung dari demokrasi.

Komentar»

1. Anton - Februari 29, 2008

Bung Sulhan, menarik artikelnya. Sangat inspiratif. Jerih payah rekan2 aktifis rakom semoga bisa menjadi penyemangat warga Gunung Halu untuk hidup yg lebih baik.Trims ya.

anton birowo
komunikasi atma jaya yogyakarta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: