jump to navigation

Penegakan HAM Mesti Bisa Hapus Kemiskinan Juli 13, 2007

Posted by jrki in Berita.
trackback

Nusa Dua, Kompas – Rasa kemanusiaan adalah hal yang tak terpisahkan
dari upaya penegakan hak asasi manusia atau HAM. Karena itu, penegakan
HAM semestinya mampu menghapus kemiskinan.

Demikian diingatkan Abdullah bin Abdulaziz Al-Sheikh, Konselor Tetap
Kerajaan Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga
mewakili Komisi HAM Arab Saudi, pada Lokakarya Ke-14 Kerja Sama
Kawasan Asia Pasifik untuk Pemajuan dan Perlindungan HAM di Nusa Dua,
Bali, Kamis (12/7). Lokakarya membuahkan dokumen Bali Actions Point
sebagai rencana aksi penegakan HAM di kawasan Asia Pasifik.

Abdullah mengungkapkan, HAM adalah kunci dan awal mula dari upaya
bersama mengurangi tingkat kemiskinan. “Perlu suatu aksi bersama di
tingkat nasional masing-masing negara untuk memecahkan masalah
kemiskinan,” katanya lagi.

Kemiskinan terus bertambah dan sifatnya menyebar. Hal tersebut akibat
semakin kompleksnya masalah di sejumlah bidang kehidupan, seperti
lingkungan, politik, dan ekonomi.

Bali Action Points

Bali Action Points berisi 10 butir rekomendasi, salah satunya
menyatakan seluruh negara peserta mengakui adanya hubungan penting
antara penegakan HAM dan upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Peserta
juga sepakat saling bertukar ide dan pengalaman dalam menggeluti dan
memecahkan persoalan itu.

Lokakarya yang diikuti 30 peserta dari 52 negara di kawasan Asia
Pasifik itu ditutup Kamis. Meski rencana aksi tak mengikat, seluruh
negara peserta berkomitmen untuk menghormati dan melaksanakan seluruh
kesepakatan itu.

“Kesungguhan dan komitmen itu akan direfleksikan, sekaligus
dievaluasi, pada lokakarya selanjutnya. Kemajuan dan pencapaian
diletakkan dalam kerangka Pilar Teheran yang terdiri dari pendidikan
HAM, rencana aksi HAM, Komisi Nasional (Komnas) HAM, serta hak
pembangunan ekonomi dan sosial budaya,” ujar Dicky Komar, Ketua Divisi
Substansi Pertemuan pada lokakarya itu.

Bali Action Points merekomendasikan Komisi Tinggi HAM PBB di Geneva
memberi kesempatan konsultasi dalam bentuk materi maupun personal
dengan negara, organisasi, dan institusi HAM di Asia Pasifik, terutama
membahas rencana aksi yang akan dilakukan di setiap negara.

Dalam lokakarya terungkap, 20 negara di Asia Pasifik sudah memiliki
Komisi Nasional HAM.

Lembaga eksklusif

Di Jakarta, sekitar 50 korban dan keluarga korban pelanggaran HAM
mengharapkan komisioner Komnas HAM periode 2007-2012 tidak menjadikan
Komnas sebuah komisi yang eksklusif. Anggota Komnas HAM diminta terus
bersama para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM.

Harapan ini disampaikan kepada empat dari 11 calon komisioner terpilih
Komnas HAM 2007-2012 di Kantor Kontras, Jakarta. Empat calon terpilih
komisioner Komnas HAM itu adalah M Ridha Saleh, Kabul Supriyadi,
Syafruddin Ngulma Simeulue, dan Yosep Adi Prasetyo. Mereka adalah
bagian dari tujuh komisioner terpilih yang turut menandatangani
kontrak kerja dengan para korban pelanggaran HAM, 9 Juni 2007. Tiga
penanda tangan lain adalah A Munir Mulkhan, Johny Nelson Simanjuntak,
dan Nur Kholis.

Dalam kontrak kerja itu, mereka menyatakan terikat kepada masyarakat,
khususnya korban pelanggaran HAM dan keluarganya. Bentuknya, antara
lain, dengan melakukan advokasi untuk pemenuhan hak korban dan
keluarganya.

Ruswiyati, korban kerusuhan Mei 1998, berharap, para komisioner Komnas
HAM setidaknya mudah ditemui. “Jangan seperti dahulu di mana kami
seperti main petak umpet dengan para komisioner,” tuturnya.

Yosep Adi Prasetyo menuturkan, Komnas HAM memang harus dekat dengan
para korban. Sebab, mereka yang akan mengontrol kerja Komnas HAM.

Sedangkan Simeulue malah meminta para korban pelanggaran HAM membuat
organisasi yang lebih kuat dan besar. Dengan demikian, tekanan yang
mereka lakukan dapat lebih efektif.

(ben/NWO)

Komentar»

1. zehan - Januari 14, 2009

saya setuju !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: