jump to navigation

RAHASIA MENJADI RADIKAL SEPERTI APA YANG KITA INGINKAN ADALAH MEMBIAYAI REVOLUSI ITU DENGAN DIRI SENDIRI Juli 3, 2007

Posted by jrki in Uncategorized.
trackback

stop.jpg

Diterjemahkan dan diadaptasi oleh : F.W. Pei – dari Adbuster The Magazine #64

JIKA Mohandas Gandhi adalah tipikal aktivis Amerika Utara saat ini, ia mungkin akan menggunakan setelan jas lengkap dan bekerja di kantor mahal dengan gelar hukumnya yang terpajang secara mencolok. Ia hanya punya sedikit waktu untuk memimpin aksi protes, sejak setiap minggu dihabiskan untuk pertemuan dengan lembaga donor. Dan daya tarik makan siang akan sangat berat dilaluinya dengan berpuasa. Ia akan berhati-hati dengan konsep gerakan garamnya atau pemboikotan katun, agar tidak menyakiti perasaan para pendonor. Untuk mempertajam gerak majunya pada pendonor ia akan mencari-cari proyek tahunan baru yang mendekati topik yang sedang difokuskan, mungkin mengadakan konferensi dalam bahasa inggris mengenai penodaan hak asasi manusia atau film dokumenter tentang aktifitas anti-kolonial di New Delhi. Untuk meyakinkan berbagai sekutu tidak pergi secara diam-diam ke pendana-pendana inti, ia akan tetap menjaga jaraknya dan cenderung berbicara hal-hal yang buruk di belakang mereka.

PROBLEM bagi aktifis akhir-akhir ini adalah besarnya pendanaan hibah dan hadiah lembaga-lembaga donor kaya dan pribadi. Asumsi lama yang menyatakan; anda dapat mengambil uang dengan hanya sedikit deretan lampiran-lampiran saja dan kemudian segala sesuatunya dapat berjalan, diperlukan pengujian ulang secara mendasar.

MEMBANGUN dukungan berbasis filantropi dapat berdampak pada kepincangan dan rusaknya misi organisasi. Sebagian besar lembaga non-profit melakukan pengumpulan dana, yang mana pemimpin terbaiknya mencurahkan lebih banyak waktu, energi dan berbagai sumber daya, bukan untuk mengubah dunia, tetapi untuk meningkatkan kecakapannya mengemis agar dapat menangkap sedikit kue-filantropi yang sesungguhnya hanya berkembang sangat sedikit dari tahun ke tahun. Pasukan Staf “Development” mengeluarkan sepertiga dari sumber daya organisasi, bukan untuk mengatasi kemiskinan, tetapi untuk mempererat hubungan dengan lembaga-lembaga donor kaya. Sebuah angka yang signifikan dari organisasi-organisasi yang menciptakan kampanye, penyebarluasan email, naskah marketing jarak jauh, newsletter dan produk-produk lainnya semata-mata untuk merawat dan memberikan peluang serta kemungkinan dan membingkai posisi yang sekiranya tidak melukai perasaan orang-orang kaya.

STRUKTUR lembaga non-profit didikte oleh mode funding seperti ini, organiser juga dibatasi pengaturan yang ketat oleh tangan-tangan negara. Agar memenuhi syarat pengurangan pajak kontribusi contohnya, lembaga nonprofit di US harus setuju membatasi lobi dan tidak melakukan kampanye yang berakibat secara politis bagi para kandidat.

INILAH waktunya bagi orang-orang progresif untuk terbebas dari kebun filantropi. Bahwa kita yang serius dalam perubahan sosial juga harus terjun ke dalam bisnis, secara kiasan atau secara harfiah. Setiap grup perubahan sosial mungkin tidak sanggup menghasilkan pendanaan secara turun-temurun, tetapi setiap lembaga non-profit pasti akan dapat menghasilkan persentase yang lebih besar dari pada apa yang telah dilakukannya sekarang. Dengan kata lain, kita harus menjadi pendana bagi lembaga itu sendiri. Pada saat kita memulai membangkitkan sumber daya sendiri, kita dapat menginvestasikannya secara politis – seperti apa yang telah dilakukan oleh setiap perusahaan pada saat ini, tanpa banyak menghabiskan waktu kita untuk permohonan pencarian dana, tanpa takut akan grant (bantuan dana) selanjutnya.

UNTUK mendapatkan kemungkinan-kemungkinan pemikiran, lihat saja Cabbages and Condoms, sebuah resto terkenal di Bangkok. Diatas setiap meja kayu mereka dialasi kaca yang dibawahnya dengan rapi tertata alat-alat pencegah penyakit dan kehamilan yang berwarna-warni. Poster dan lukisan menghiasi sekitar setengah lusin dari ruangan-ruangan besar mereka. Semuanya mengkomunikasikan pesan sentral restoran itu: Epidemi AIDS yang melanda Thailand dapat dicegah hanya melalui promosi yang tanpa malu-malu dan penggunaan alat kontrasepsi bagi pria. Dengan balon-balon binatang dari kondom yang ditiup dan permen makan malam yang diganti dengan kondom rasa mint untuk dibawa pulang, bahkan anak belasan tahunpun tidak dapat luput dari pesan mencolok yang terpampang di dinding: “Seks itu menyenangkan, tetapi jangan bodoh – gunakan pelindung.”

APA yang membuat ke-5 restoran “C&C” menjadi unik? Selain tergabung dalam resort-resort pinggir pantai dan berbagai usaha Gift Shop, mereka semuanya dimiliki oleh Population and Community Development Association (PDA), sebuah organisasi pengembangan pedesaan yang telah menjadi leader dalam mempromosikan perencanaan keluarga (family planning) dan pemberantasan AIDS di Thailand. Tujuh dari tiap sepuluh dolar dibelanjakan oleh PDA untuk aktifitas-aktifitas seperti vasektomi gratis, mobil klinik kesehatan yang pembiayaannya disubsidi oleh penghasilan bersih dari 16 perusahaan profit mereka. Bila saja PDA bergantung pada pendanaan yang bersumber dari pemerintahan Thailand, World Bank atau bahkan Rockefeller Foundation, tak diragukan lagi mereka akan dianjurkan untuk merendahkan nada dari pesan-pesan kreatif mereka. Lelucon dalam website mereka – seperti “Restoran Cabbages and Condoms tidak hanya menyajikan makanan yang sangat baik, tetapi makanannya juga dijamin tidak akan membuat anda hamil.” Tentu saja tidak akan begitu disenangi pendonor.

ALIRAN dana yang diberikan oleh PDA adalah sebuah langkah berani dan penuh percaya diri. Pendirinya, Mechai Viravaidya, tidak memiliki kecemasan mengenai keputusannya bekerja secara profit. Tak lama lagi, hadiah, hibah dan meminta-minta itu akan cukup. Dari hari pertama, tiga puluh tahun yang lalu kami benar-benar telah mengetahui tentang ketahanan dan perolehan kembali pengeluaran, ujarnya.

DIBAWAH ini adalah beberapa contoh dari keusahaan sosial di Amerika:

· Usaha perumahan di New York menghasilkan lebih dari 2 juta dolar setiap tahun yang diprioritaskan untuk advokasi bagi orang-orang yang tak bertempat tinggal dengan HIV. Organisasinya menjalankan klinik, mengadakan riset kebijaksanaan publik, melakukan lobbi dengan pemerintah, bahkan memimpin aksi duduk. Tanpa rasa takut, agresif, dan efektif dalam menarik perhatian – dan uang 30 juta dolar dari kerja tahunan mereka dalam real estate, perusahaan makanan, ritel dan usaha penyewaan, sangat mungkin untuk membiayai semua pengeluaran aksi-aksi ini.

· Pelopor Human Services adalah korporasi pengembangan komunitas yang berbasis di Seattle yang membantu dengan skala besar penduduk beresiko, termasuk di dalamnya – pengangguran, orang-orang tak bertempat tinggal, bekas napi, alkoholik dan pencandu obat-obat terlarang. Organisasi ini melayani 6.500 orang pertahun dan menghasilkan hampir 55 juta dolar melalui jaringan kerja mereka yang ambisisus bagi usaha non-profit ini: Cafe, fasilitas dapur sentral untuk pelanggan intitusional, industri lembaran metal dan pesawat luar angkasa, perusahaan konstruksi, gudang makanan, grup manajemen real estat dan layanan konsultasi. Sebagian besar pekerjaan dalam bisnis ini didedikasikan untuk menangani klien beresiko tadi dan mengembalikan mereka ketengah masyarakat.

· Rocky Mountain Institute, adalah institut terdepan yang mempromotori teknologi energi alternatif di Snowmass Colorado, menciptakan E-Source di tahun 1986 untuk penyediaan analisis yang mendalam bagi pelayanan, pasar, dan teknologi yang berhubungan dengan efisiensi energi dan perpanjangan produksi energi. Di tahun 1992 RMI mengokohkan program yang berhubungan dengan penanaman modal dari MacArthur Foundation untuk memindahkan pekerjaannya ke cabang usaha berbasis profit. Di tahun 1998 usaha ini telah menghasilkan sekitar 400.000 dolar untuk induk non-profit mereka, tetapi RMI memutuskan ini akan berjalan lebih baik dibawah manajemen baru, lalu usaha ini dijual ke Pearson plc seharga 8 juta dolar. Saat ini RMI membantu dan mendapat manfaat dari usaha profit lain seperti Hypercar Inc. yang menciptakan arsitektur body yang ringan untuk meningkatkan efisiensi semua kendaraan di Amerika.

· Judy Wicks’ White Dog Cafe di Philadelphia sesungguhnya pusat pengorganisasian komunitas daripada sebuah restoran. Pembicara-pembicara radikal dari seluruh negeri secara terus-menerus memberikan kuliah publik. Sebuah toko yang berdekatan dengannya menjual produk-produk perdagangan yang fair (fair trade) dan segera akan meluncurkan sebuah merek pakaian buatan lokal. White Dog sendiri memasukkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan serta membayar semua pekerjanya dengan upah yang cukup, menggunakan bahan-bahan yang tumbuh di daerah lokal, dan bekerja dengan listrik bertenaga angin. Dua puluh persen dari keuntungan restoran disalurkan White Dog Cafe Foundation, yang membawa misi-misi Cafe melalui aktifitas non-profit.

CONTOH-CONTOH tadi menambah banyak model-model yang memungkinkan. Cabang usaha ber-profit dapat menghasilkan uang untuk induk kegiatan non-profit. Atau usaha yang berprofit dapat juga berguna dengan memproduksi dan menjual barang-barang dan layanan yang memang dibutuhkan secara sosial.

SEMENTARA kita menolak argumen libertarian yang menyatakan setiap permasalahan manusia mempunyai solusi ekonomi, banyak issu-issu perubahan sosial yang secara jelas mempunyai dimensi ekonomi yang mengena terhadap perencanaan bisnis yang kreatif. Membenci kekuatan nuklir? Luncurkan perusahaan layanan energi untuk penyebaran tindakan-tindakan konservasi, atau bangun lahan angin lokal untuk penyediaan kebutuhan listrik di masa depan. Prihatin dengan orang-orang miskin? Minoritas dan kesetaraan perempuan? Ciptakan bank-bank komunitas, koperasi atau usaha pendanaan mikro. Bermasalah dengan harga obat-obatan yang tak terjangkau bagi banyak orang? Mulailah seperti perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang yang memproduksi massal versi generik obat-obatan amerika yang berharga mahal.

CEPAT atau lambat konsep organisasi perubahan sosial dan bisnis yang bertanggung jawab sosial akan tidak dapat dibedakan. Bisnis yang betul-betul bertanggung jawab akan dimiliki oleh semua anggota dari komunitas (kaya dan miskin), mengembangkan keahlian lokal, nyaman dengan pekerja lokal beserta standar lingkungannya, memproduksi barang-barang dan layanan yang bertemuan dengan kebutuhan penting masyarakat setempat dan bersekutu dengan gerakan keadilan sosial. Apa cara yang lebih baik dari pada membantu masyarakat miskin untuk mengubah mereka menjadi kapten, pekerja kolektif, pemegang saham dan pelanggan dari bisnis komunitas yang bersahabat?

JIKA saja foundation dan pendonor tidak pernah eksis, dan pengemis profesional berada diluar perlindungan hukum, grup perubahan sosial akan memiliki kekuatan untuk menciptakan dan menjalankan kegiatan usaha atau jaringan baru bisnis lokal, dan gerakan kita akan sangat sehat dibandingkan hari ini. Progresivitas telah menjadi anak klasik yang tinggal di rumah mengharapkan pemberian uang dari kantong orang tua untuk beberapa tugas dasarnya, sambil bersetuju terhadap kondisi perubahan yang bodoh, dan mematuhi peraturan orang lain atas perubahan sosial. Inilah saatnya untuk menjadi dewasa, dan memukul dengan kekuatan sendiri.

INI menjadi tantangan untuk para aktivis: cobalah berhenti dari kebiasaan menerima derma, pikirkan satu saja agenda yang kira-kira dapat dibingkai menjadi generator pendapatan, bermimpilah sedikit, kembangkan rancangan bisnis dan berikan kesempatan. Lewati kelas pengumpulan dana berikutnya dan ikuti satu dari ribuan program kewirausahaan yang ada atau sewa seseorang yang kuat untuk memulai cabang wirausaha untuk lembaga non-profit anda.

GANDHI mengerti bahwa kunci untuk membebaskan india adalah mentransformasikan warganegaranya menjadi agen produktif secara ekonomi, dengan memintal pakaian sendiri dan mengambil sendiri garam yang mereka konsumsi dari laut. Martin Luther King Jr. meminta orang-orang afrika amerika untuk membentuk serikat kredit dan usaha pengembangan komunitas. Rahasia untuk menjadi radikal sebagaimana yang kita inginkan – dan radikal sebagaimana yang kita perlukan, adalah dengan membiayai revolusi itu dengan diri sendiri.

Komentar»

1. Muli - Juli 4, 2007

Saya suka sekali dengan posting ini. Tidak ada yang bisa merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri. Donor cuma bisa dijadikan pegangan sesaat. Gerakan yang murni harus bisa membiayai diri sendiri. Kita tidak boleh takut menggunakan kemandirian ekonomi sebagai alat untuk membangun keberlanjutan gerakan. Salut untuk JRKI! Semoga makin banyak rakom yang nge-blog.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: