jump to navigation

Mengelola Konsultasi Publik Membangun Demokrasi Deliberatif Juli 3, 2007

Posted by jrki in resensi buku.
trackback

a5.jpg   a5.jpg

Ada hak masyarakat untuk memberikan masukan dalam setiap kebijakan Negara.” Itulah kata kunci yang bisa dibaca dalam  buku Memfasilitasi Kebijakan Publik, Refleksi Pengalaman Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPP- T2CP2EPRPD) yang diterbitkan  oleh FPPM, BIGS, USAID-DRSP dan Dirjen Bina Bangda Depdagri.

UU no. 10 Tahun 2004 menjamin masyarakat untuk memberi masukan dalam setiap kebijakan negara, hanya saja  mekanisme dan teknik memberikan masukan dan mengakomodasi masukan masyarakat masih belum diketahui secara luas.Buku Memfasilitasi Kebijakan Publik RPP- T2CP2EPRPD (judulnya kepanjangan) ini memaparkan apa dan bagaimana konsultasi publik digunakan sebagai salah satu dari metode-metode partisipatif dalam merancang dan memutuskan sebuah kebijakan bersama eksekutif. Konsultasi publik tidak lain adalah musyawarah antara warganegara dan pemerintah untuk mencari cara terbaik atau untuk memecahkan suatu persoalan. Melalui Konsultasi Publik, relasi antar warga Negara dan pemerintah dikembangkan menjadi hubungan yang lebih erat, sejajar dan saling memerlukan satu sama lain.

Keterlibatan masyarakat  dalam penyusunan kebijakan di wilayah eksekutif biasanya jarang terjadi. Pihak eksekutif umumnya jarang memberikan ruang bagi publik untuk terlibat dalam perumusan kebijakan. Bisa jadi hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman dan teknik mengelola masukan dari masyarakat, baik dikalangan eksekutif maupun legislatif.

Disitulah letak penting keahadiran buku ini karena bisa dijadikan panduan dalam meyelenggarakan proses konsultasi publik pada waktu penyusunan kebijakan. 

Apa Konsultasi Publik itu?

Konsultasi Publik (Public Consultation) dan Dengar Pendapat Umum (Public Hearing) adalah dua istililah yang menjadi popular dengan berkembangnya proses-proses partisipatif dalam penentuan kebijakan dan perumusan/ penyusunan peraturan perundang-undangan yang tentunya akan berdampak bagi warganegara. Konsultasi publik merupakan istilah yang sering terkait dengan proses yang dilakukan oleh eksekutif, sedangkan dengar pendapat umum lebih sering terkait dengan proses yang dilakukan di gedung dewan oleh kalangan legislatif. Meskipun sebenarnya legislatif juga dapat melakukan konsultasi publik di daerah-daerah untuk memperoleh masukan mengenai suatu rancangan peraturan perundang-undangan yang sedang disusunya.Konsultasi Publik yang dilakukan pemerintah untuk melibatkan warga Negara dalam merumuskan sebuah kebijakan atau peraturan akan membangun terjadinya  hubungan dua arah antara pemerintah dan warganegara. Di sini, peran penting warganegara dan para pemangku kepentingan (stakeholders) lain diakui oleh pemerintah. 

Apa Demokrasi Deliberatif itu?

Demokrasi deliberatif mengutamakan penggunaan tata cara pengambilan keputusan yang menekankan musyawarah dan penggalian masalah melalui dialog dan tukar pengalaman di antara para pihak dan warganegara. Tujuannya untuk mencapai musyawarah dan mufakat berdasarkan hasil-hasil diskusi dengan mempertimbangkan berbagai kriteria. Keterlibatan warga (citizen engagement) merupakan inti dari demokrasi deliberatif. Demokrasi deliberatif berbeda dengan demokrasi perwakilan, yang menekankan keterwakilan (representation), prosedur pemilihan perwakilan yang ketat, dan mengenal istilah mayoritas dan minoritas. Demokrasi deliberatif mengutamakan kerjasama antar-ide dan antarpihak, sedangkan kata kunci demokrasi perwakilan adalah kompetisi antar-ide dan antar-kelompok.

Jika demokrasi perwakilan ditandai oleh kompetisi politik, kemenangan, dan kekalahan satu pihak, maka demokrasi deliberative atau demokrasi musyawarah lebih menonjolkan argumentasi, dialog, saling menghormati, dan berupaya mencapai titik temu dan mufakat. Demokrasi langsung mengandalkan Pemilu, sistem keterwakilan (delegasi wewenang dan kekuasaan), dan elite-elite politik, sedangkan demokrasi deliberatif lebih menekankan partisipasi dan keterlibatan langsung warganegara.

Menurut Sutoro Eko dalam buku “Memperdalam Demokrasi Desa”, dalam Orde Partisipasi, ciri khas demokrasi deliberatif ditandai dengan adanya proses pemilihan pemimpin dan pembuatan keputusan yang dilakukan melalui proses partisipasi warga secara langsung, bukan melalui voting atau perwakilan, melainkan melalui dialog, musyawarah dan pengambilan kesepakatan.

Meskipun buku ini masih kurang sempurna, saya kira bisa menjadi pelopor mengenai bagaimana membangun demokrasi deliberatif yang ditandai oleh adanya partisipasi masyarakat. Sehingga, bisa membangkitkan praktek kehidupan berdemokrasi kita sehari-hari. ( Iman Abda)

Komentar»

1. Alvani-Sekretaris - Juli 3, 2007

Mas Iman-JRK, Trims banget ya… Buku FPPM sudah diresensi (cepat sekaleeee)… nanti kalau ada buku baru kami, diresensi lagi ya. Sukses untuk JRKI

2. jrki - Juli 3, 2007

makasi juga. kalau ada buku lain boleh donk jrki dikirimi. kita sedang merancang perpustakaan. buku jenis apapun akan sangat bermanfaat.
salam hangat + genggam erat

3. febri - Februari 23, 2008

Mas saya mau tanya, apakah benar bahwa kelemahan demokrasi deliberatif adalah ketidaksetaraan kemampuan dan pendidikan. sehingga dalam bermufakat yang superior akan menghegemoni yang lemah…?
Bagaimana membangun demokrasi deliberatif ditengah masyarakat yang makin praktis pramatis atau mungkin makin individualis?

4. fadil nandila - Maret 13, 2008

aku butuh tatacara konsultasi publik yang disahkan oleh negara.
help ya

fadil nandila
Riau

5. Gunawan - Maret 14, 2008

Assalamu’alaikum Wr,Wb

Saya pingin tahu apakah ada rekomendasi equipment yang telah di ijinkan oleh deparpostel atau dewan perijinan radio, tentang rekomendasi pemkaian equipment untuk pemancar radio ???
mohon tanggapannya,
alasan:
saya sudah membeli alat pemancar produk sintec straide Brajil katanya alat ini belum mendapat rekomendasi dari dewan perijinan,, apakah benar,, lalu boleh kami tahu apa atau merek apa saja yang sudah dapat rekomendasi

Wassalamualakun Wr,Wb

6. Deni - Juli 15, 2008

Dear Mas,
wah……bagaimana bisa akses buku itu, rencananya dilembaga tempat saya bekerja mau mendalami kegiatan seputar itu. thanx

7. nn - Agustus 5, 2008

shit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: