jump to navigation

PERAN RADIO KOMUNITAS DALAM MENYONGSONG PILKADA GARUT 2008. Juni 26, 2007

Posted by jrki in Artikel & Opini.
trackback

images.jpgpemilu-jurdil.jpgpilkada.jpg

:Tedy Idham Nuralam dan April Perlindungan.

Media, keberadaanya tak dapat di remehkan dalam mensosialisasikan berbagai program pemerintah demi tercapainya target pembangunan. Peran Media cetak atau elektronik seyogyanya mampu mendongkrak wawasan publik baik di bidang ekonomi dan politik suatu daerah.
Namun, tak sembarang media di Garut yang dapat mendorong keberhasilan program. pasalnya, Garut merupakan salah satu kabupaten terluas di Jawa Barat dengan kondisi geografis terutama wilayah selatan masih terisolir dengan mayoritas penduduk tinggal di pegunungan ditambah kondisi tanah yang relatif curam.
Kecuraman kawasan Garut terutama wilayah selatan, menjadikan distribusi Media yang berskala Nasional dan Regional tidak dapat menjangkau masyarakat yang berada di daerah pelosok, selama ini masyarakat pelosok cenderung mendengarkan Radio lokal dengan menu acara yang dapat di cerna oleh SDM masyarakat setempat.
Keberadaan Radio Komunitas ( Rakom ),dengan Visinya yaitu menyajikan informasi dan hiburan sesuai dengan kebutuhan komunitasnya ( kelompok ), sekaligus Rakom didirikan atas inisiatif kelompok untuk menggali dan menerima informasi yang akan di sampaikan kepada khalayak. Sederhananya, masyarakat pelosok akan cenderung mendengarkan Rakom untuk memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan yang murah dan terjangkau. Selain itu, radio swasta yang keberadaannya terpusat di daerah perkotaan pancaran gelombangnya tak dapat menjangkau daerah pelosok, jadi Rakom merupakan satu-satunya media alternatif bagi mereka untuk mengakses informasi dan hiburan.
Disamping itu, Pengelola rakom cenderung diarahkan menjadi seorang Organisatoris di banding enterprise, dimana mereka lebih melibatkan diri di masyarakat begitupun masyarakat tidak segan lagi untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang di agendakan Rakom. Hal ini menjadikan Rakom memiliki peranan penting dalam mensinergiskan kebijakan pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. begitupun dalam menghadapi Pilkada 2008, Rakom dapat memberikan pendidikan politik bagi masyarakat pelosok yang selama ini sering termarjinalkan untuk mengakses program yang di canangkan pemerintah.
Kendala Radio Komunitas.
Rakom dengan keunggulannya sebagai media alternatif masyarakat pelosok, Rakom juga memiliki kendala untuk tetap bertahan dan berkembang. Selain terbatasnya kemampuan financial, Rakom sering di identikan dengan radio gelap mengakibatkan dapat menurunnya kepercayaan publik terhadap Rakom. Untuk menepis tudingan itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Jawa Barat bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas ( JRK ) Jabar, mengidentifikasi keberadaan Rakom di tiap daerah agar Rakom di legalkan dengan penerbitan surat ijin dengan standar tertentu.

Penulis masing-masing adalah wartawan Media Lokal dan anggota Jaringan Radio Komunitas Jabar ( JRK ) Jabar.

Komentar»

1. Blogger Bukan Hacker - Juni 7, 2008

Seep setuju boss

2. Andryana - Oktober 21, 2008

salam semangat

selamat dan sukses selalu buat radio anda.
terimakasih

Andryana. SH
Radio HARPAL 95.3 FM

3. sandra hermawan - Desember 12, 2008

Hebatlah… sok sing hade!! Maju Garut….

4. budi - April 17, 2009

radio negrosin komunitas bagus rame. gak ada radio seperti negrosin di garut


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: