<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Jaringan Radio Komunitas Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jrki.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jrki.wordpress.com</link>
	<description>Indonesian Comunity Radio Network</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 13:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Program oleh Azwar mardin</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/program/#comment-918</link>
		<dc:creator>Azwar mardin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 13:57:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/program/#comment-918</guid>
		<description>Halo kwn2 wakttu di SBM, ada jufrizal di aceh gmn kabarnya.Atau buat tman2 yg lai di rakom. kontak rakom suandri fm padang pariaman sumbar azwar mardin +6281267619283</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo kwn2 wakttu di SBM, ada jufrizal di aceh gmn kabarnya.Atau buat tman2 yg lai di rakom. kontak rakom suandri fm padang pariaman sumbar azwar mardin +6281267619283</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Surat Perlawanan JRK Papua oleh deny</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/2007/06/15/surat-perlawanan-jrk-papua-2/#comment-917</link>
		<dc:creator>deny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:18:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/2007/06/15/surat-perlawanan-jrk-papua-2/#comment-917</guid>
		<description>saya deny  dari radio komunitas genta fm aceh barat daya ,lawan terus pembangkang suara rakyat,karena udara milik kita ,hidup dan aktifkan rakom di seluruh indonesia mulai sekarang,dan mari kita lawan  diskriminasi informsi oleh pemerintah ini,salam dari aceh untuk saudara2 ku di radio komunitas papua..........bravo rakom ,udara milik kita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya deny  dari radio komunitas genta fm aceh barat daya ,lawan terus pembangkang suara rakyat,karena udara milik kita ,hidup dan aktifkan rakom di seluruh indonesia mulai sekarang,dan mari kita lawan  diskriminasi informsi oleh pemerintah ini,salam dari aceh untuk saudara2 ku di radio komunitas papua&#8230;&#8230;&#8230;.bravo rakom ,udara milik kita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anggota oleh Gerbang</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-913</link>
		<dc:creator>Gerbang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 05:15:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-913</guid>
		<description>Salam RaKom, kami RaKom Gerbang FM temen2 yang udah tergabung dalam JRKI mari kerja breng untuk legalitas Rakom kita, dengan saling memberi informasi tentang Proses2 perizinan bila ada yang belum lengkap.
Email : gerbangfm@yahoo.co.id
Hp. : 085735721699</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam RaKom, kami RaKom Gerbang FM temen2 yang udah tergabung dalam JRKI mari kerja breng untuk legalitas Rakom kita, dengan saling memberi informasi tentang Proses2 perizinan bila ada yang belum lengkap.<br />
Email : <a href="mailto:gerbangfm@yahoo.co.id">gerbangfm@yahoo.co.id</a><br />
Hp. : 085735721699</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Forum Diskusi oleh ipung</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/artikel-opini/#comment-912</link>
		<dc:creator>ipung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:07:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/artikel-opini/#comment-912</guid>
		<description>halo....,
salam kenal buat temen2 radkom sama pengurus JRKI......,ikutan gabung dunk......kita lagi ngebangun radio kampus nieh, cuma tinggal ngurusin perijinan, bisa minta masukannya, cos masih buta banget nieh........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo&#8230;.,<br />
salam kenal buat temen2 radkom sama pengurus JRKI&#8230;&#8230;,ikutan gabung dunk&#8230;&#8230;kita lagi ngebangun radio kampus nieh, cuma tinggal ngurusin perijinan, bisa minta masukannya, cos masih buta banget nieh&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anggota oleh deny sunanda</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-909</link>
		<dc:creator>deny sunanda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 16:52:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-909</guid>
		<description>kami di radio genta komunitas genta fm  yg berada di desa ujung padang kecamatan susoh kab.aceh barat daya terus mengudara walau perizinan dalam proses,radio genta fm dgn daya pancar cuma 30w menjangkau lebih 5 km telah mendapat dukungan warga sekitar dan mampu menarik minat pendengar ,untuk rekan2 pegiat rakom di seluruh nusantara, mari kita pertahankan keberadaan radio komunitas karena udara milik kita,...................rakom genta fm -susoh 085360043784---</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami di radio genta komunitas genta fm  yg berada di desa ujung padang kecamatan susoh kab.aceh barat daya terus mengudara walau perizinan dalam proses,radio genta fm dgn daya pancar cuma 30w menjangkau lebih 5 km telah mendapat dukungan warga sekitar dan mampu menarik minat pendengar ,untuk rekan2 pegiat rakom di seluruh nusantara, mari kita pertahankan keberadaan radio komunitas karena udara milik kita,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.rakom genta fm -susoh 085360043784&#8212;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anggota oleh Junaidi</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-908</link>
		<dc:creator>Junaidi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 02:32:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-908</guid>
		<description>semoga sukses aja and terus berkifrah untuk Indonesia Raya dalam membawa informasi akurat,akuntabel dan bertanggung jawab. From Radio Komunitas Wartawan Independent Balikpapan 107.80 MHz. Stasiun Jl.Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia RT 67 No 4 Balikpapan .Call. 0542 7102528.fax 0542 871293.emile; Kowiba@yahoo.com.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga sukses aja and terus berkifrah untuk Indonesia Raya dalam membawa informasi akurat,akuntabel dan bertanggung jawab. From Radio Komunitas Wartawan Independent Balikpapan 107.80 MHz. Stasiun Jl.Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia RT 67 No 4 Balikpapan .Call. 0542 7102528.fax 0542 871293.emile; <a href="mailto:Kowiba@yahoo.com">Kowiba@yahoo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JRKI Pemenang  Tasrif Award tahun 2008 dari AJI Indonesia oleh magabonal</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/2008/08/27/jrki-pemenang-tasrif-award-tahun-2008-dari-aji-indonesia/#comment-907</link>
		<dc:creator>magabonal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 13:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/?p=146#comment-907</guid>
		<description>enurut Megawati Indonesia bisa Menjadi Balkan, Bagaimana Reaksi Papua dan Aceh?
Senin ini, Presiden Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan, meski pemerintahan sentralistik tidak dapat dipertahankan lagi, namun otonomi daerah akan sulit dilaksanakan kalau muncul semangat serba &quot;kedaerahan&quot; yang sempit dan berlebihan. Kemarin dalam peringatan hari Sumpah Pemudan Megawati sempat khawatir bahwa Indonesia akan menjadi Balkan di Timur, kalau banyak wilayah menuntut merdeka. Balkan adalah bekas wilayah Republik Yugoslavia yang terpecah-pecah karena masing-masing wilayah memerdekakan diri. Perpecahan itu disertai dengan perang saudara yang sangat berdarah.

Benarkah Indonesia akan bisa menjadi Balkan kalau banyak wilayah memerdekakan diri? Perwakilan Papua mengatakan kekhawatiran Presiden Megawati itu tidak relevan untuk Papua, karena Papua bukanlah bagian dari Indonesia. Lebih jauh Thys Elluway dari Presidium Dewan Papua:

Thys Elluway [TE]: Hal yang paling mendasar dari Papua itu ialah kita tidak pernah meminta atau mengemis kepada pemerintah Indonesia untuk diberikan otonomi khusus. Dan rakyat sudah lama mendambakan agar pemerintah Indonesia mengembalikan hak kedaulatannya atas kemerdekaan bangsa Papua tgl 1 Desember 1961.
Otonomi khusus itu adalah salah satu pemaksaan pemerintah karena dengan tawaran otonomi khusus, pemerintah coba menghilangkan kesan aspirasi merdeka bangsa papua. Oleh karena itu rakyat Papua seluruhnya, lewat Kongres Papua sudah menolak apa pun model yang ditawarkan Indonesia, karena kami merasa diri sejak tahun 1961, sudah pernah merdeka dan berdaulat.
Kami tidak pernah meminta otonomi khusus, hanya mengharapkan kepada pemerintah Indonesia agar menembalikan hak-hak kami, untuk kami mulai membangun negeri kami sendiri. Kami mau jadi tuan di rumah kami sendiri. Selama ini kami jadi tamu di rumah kami sendiri, suatu hal sangat aneh. Jadi bukan otonomi khusus yang kita minta, itu pemerintah tawarkan kepada pemerintah pusat dan daerah, tanpa menyentuh rakyat. Rakyat Papua seluruhnya ada di tangan presidium rakyat dewan Papua. Kongres sudah mandatkan kepada presidium menyuarakan suara rakyat. Jadi, kami tidak tertarik dengan otonomi khusus, walaupun sejumlah dana diberikan rakyat Papua, kalau kami di Indonesia dana itu bisa menguap tiba-tiba. Kami tidak tertarik dengan dana itu. Rakyat Papua tidak tertarik dengan otonomi khusus. Walaupun mereka mengatakan, lewat otonomi khusus jembatan menuju kemerdekaan. Kami mau langsung ke kemerdekaan, bukan otonomi khusus, karena kami sudah merdeka dan bersatu.
Kami juga tidak menghendaki negara Indonesia terpecah-pecah. Itu tidak boleh, karena kesatuan Indonesia tidak pernah kami mengganggu. Karena kami bangsa Papua terlepas dari negara kesatuan. Kami bukan Indonesia, kami bangsa Papua sendiri. Kami mendukung supaya jangan Indonesia pecah, Aceh sampai dengan Maluku, karena Sumpah Pemuda memberikan bukti jelas sejarah, bangsa Indonesia dari Sumatera sampai Maluku, Papua tidak termasuk dalam Sumpah Pemuda itu.

Radio Nederland [RN]: Jadi, pidato Megawati itu tidak relevan ya dengan situasi di Papua?

[TE]: Ya betul, dan kami tidak pernah minta otonomi khusus. Rakyat Papua
jangan dipaksakan Indonesia untuk terima otonomi khusus, tidak boleh.
Otonomi khusus itu sama model dengan PEPERA tahun 1969. Keinginan pemerintah memaksa warga menerima pemerintah Indonesia. Kami bukan warga negara Indonesia, kami rakyat Papua, dan jangan kami dipaksa model PEPERA baru lagi di era reformasi ini.

Sementara itu, menurut Faizal Ridha, juru bicara SIRA, Sentral Informasi referendum Aceh, dengan kekhawatiran Indonesia menjadi Balkan itu, Presiden Megawati telah melangkah terlalu jauh. Terlebih dulu Jakarta harus menjalankan demokratisasi dan mengakui keinginan rakyat Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri:

Faizal Ridha [FR]: Kami pikir paling penting sekarang, Aceh pun bermasalah. Selain Aceh, Maluku, Irian Jaya, mereka juga begitu. Jadi semua daerah semuanya masalah yang spesifik. Bagi kami yang paling penting sekarang bagaimana pemerintah Indonesia siap berdemokrasi. Jadi jangan karena negara kesatuan republik Indonesianya itu, lalu semangat demokrasinya dibunuh. Aspirasi warga sipil itu dibunuh. Ini yang nggak benar. Kalaupun aspirasi merdeka sekali pun harus disikapi dengan cara-cara arif dan bijaksana, jangan dengan pola operasi militer sekarang di Aceh. Persoalan kemudian Indonesia menjadi Balkan di timur, itu persoalan lain, kita jangan berpikir terlalu jauh dulu. Kita coba berbicara internal negara itu, apakah kita sudah berdemokrasi atau belum. Apakah misalnya di Aceh rakyat meminta referendum, itu sudah siap diberikan lepas dari konsekuensi apa yang diterima.

[RN]: Menurut Ibu Mega, kalau setiap daerah menuntut merdeka, maka Indonesia akan pecah. Itu mungkin maksud Ibu Mega.

[FR]: Kita nggak tahu itu. Ibu Mega itu agak optimis ya dengan semangat negara kesatuan republik Indonesianya ini, kalau semua tuntut merdeka, ya jelas Indonesia akan pecah, kalau memang itu konsekuensi terbaik mengolah kepentingan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara, itu tidak masalah. Tapi sampai hari ini belum kita dengar bahwa ada di setiap wilayah menuntut kemerdekaan.

[RN]: Apakah rakyat Aceh memang yakin kalau mereka mendapat otonomi lebih luas atau suatu saat mungkin kemerdekaan sendiri, maka kemakmuran rakyat Aceh serta seluruh wilayah memang terjamin?

[FR]: Ketika Aceh menjadi sebuah negara, Aceh bisa hidup secara damai. Jadi, sisi kehidupan masyarakat pun bagus. Jadi dalam analisis kami, sebelum Aceh menjadi bangsa dan negara, maka selama itu pula, Aceh tidak pernah aman. Rakyat Aceh tidak akan sejahtera, tapi ketika Aceh menjadi bangsa dan negara, maka ketika itu, Aceh lebih mudah mengelola kepentingan bersama, kan lebih mensejahterakan rakyatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>enurut Megawati Indonesia bisa Menjadi Balkan, Bagaimana Reaksi Papua dan Aceh?<br />
Senin ini, Presiden Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan, meski pemerintahan sentralistik tidak dapat dipertahankan lagi, namun otonomi daerah akan sulit dilaksanakan kalau muncul semangat serba &#8220;kedaerahan&#8221; yang sempit dan berlebihan. Kemarin dalam peringatan hari Sumpah Pemudan Megawati sempat khawatir bahwa Indonesia akan menjadi Balkan di Timur, kalau banyak wilayah menuntut merdeka. Balkan adalah bekas wilayah Republik Yugoslavia yang terpecah-pecah karena masing-masing wilayah memerdekakan diri. Perpecahan itu disertai dengan perang saudara yang sangat berdarah.</p>
<p>Benarkah Indonesia akan bisa menjadi Balkan kalau banyak wilayah memerdekakan diri? Perwakilan Papua mengatakan kekhawatiran Presiden Megawati itu tidak relevan untuk Papua, karena Papua bukanlah bagian dari Indonesia. Lebih jauh Thys Elluway dari Presidium Dewan Papua:</p>
<p>Thys Elluway [TE]: Hal yang paling mendasar dari Papua itu ialah kita tidak pernah meminta atau mengemis kepada pemerintah Indonesia untuk diberikan otonomi khusus. Dan rakyat sudah lama mendambakan agar pemerintah Indonesia mengembalikan hak kedaulatannya atas kemerdekaan bangsa Papua tgl 1 Desember 1961.<br />
Otonomi khusus itu adalah salah satu pemaksaan pemerintah karena dengan tawaran otonomi khusus, pemerintah coba menghilangkan kesan aspirasi merdeka bangsa papua. Oleh karena itu rakyat Papua seluruhnya, lewat Kongres Papua sudah menolak apa pun model yang ditawarkan Indonesia, karena kami merasa diri sejak tahun 1961, sudah pernah merdeka dan berdaulat.<br />
Kami tidak pernah meminta otonomi khusus, hanya mengharapkan kepada pemerintah Indonesia agar menembalikan hak-hak kami, untuk kami mulai membangun negeri kami sendiri. Kami mau jadi tuan di rumah kami sendiri. Selama ini kami jadi tamu di rumah kami sendiri, suatu hal sangat aneh. Jadi bukan otonomi khusus yang kita minta, itu pemerintah tawarkan kepada pemerintah pusat dan daerah, tanpa menyentuh rakyat. Rakyat Papua seluruhnya ada di tangan presidium rakyat dewan Papua. Kongres sudah mandatkan kepada presidium menyuarakan suara rakyat. Jadi, kami tidak tertarik dengan otonomi khusus, walaupun sejumlah dana diberikan rakyat Papua, kalau kami di Indonesia dana itu bisa menguap tiba-tiba. Kami tidak tertarik dengan dana itu. Rakyat Papua tidak tertarik dengan otonomi khusus. Walaupun mereka mengatakan, lewat otonomi khusus jembatan menuju kemerdekaan. Kami mau langsung ke kemerdekaan, bukan otonomi khusus, karena kami sudah merdeka dan bersatu.<br />
Kami juga tidak menghendaki negara Indonesia terpecah-pecah. Itu tidak boleh, karena kesatuan Indonesia tidak pernah kami mengganggu. Karena kami bangsa Papua terlepas dari negara kesatuan. Kami bukan Indonesia, kami bangsa Papua sendiri. Kami mendukung supaya jangan Indonesia pecah, Aceh sampai dengan Maluku, karena Sumpah Pemuda memberikan bukti jelas sejarah, bangsa Indonesia dari Sumatera sampai Maluku, Papua tidak termasuk dalam Sumpah Pemuda itu.</p>
<p>Radio Nederland [RN]: Jadi, pidato Megawati itu tidak relevan ya dengan situasi di Papua?</p>
<p>[TE]: Ya betul, dan kami tidak pernah minta otonomi khusus. Rakyat Papua<br />
jangan dipaksakan Indonesia untuk terima otonomi khusus, tidak boleh.<br />
Otonomi khusus itu sama model dengan PEPERA tahun 1969. Keinginan pemerintah memaksa warga menerima pemerintah Indonesia. Kami bukan warga negara Indonesia, kami rakyat Papua, dan jangan kami dipaksa model PEPERA baru lagi di era reformasi ini.</p>
<p>Sementara itu, menurut Faizal Ridha, juru bicara SIRA, Sentral Informasi referendum Aceh, dengan kekhawatiran Indonesia menjadi Balkan itu, Presiden Megawati telah melangkah terlalu jauh. Terlebih dulu Jakarta harus menjalankan demokratisasi dan mengakui keinginan rakyat Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri:</p>
<p>Faizal Ridha [FR]: Kami pikir paling penting sekarang, Aceh pun bermasalah. Selain Aceh, Maluku, Irian Jaya, mereka juga begitu. Jadi semua daerah semuanya masalah yang spesifik. Bagi kami yang paling penting sekarang bagaimana pemerintah Indonesia siap berdemokrasi. Jadi jangan karena negara kesatuan republik Indonesianya itu, lalu semangat demokrasinya dibunuh. Aspirasi warga sipil itu dibunuh. Ini yang nggak benar. Kalaupun aspirasi merdeka sekali pun harus disikapi dengan cara-cara arif dan bijaksana, jangan dengan pola operasi militer sekarang di Aceh. Persoalan kemudian Indonesia menjadi Balkan di timur, itu persoalan lain, kita jangan berpikir terlalu jauh dulu. Kita coba berbicara internal negara itu, apakah kita sudah berdemokrasi atau belum. Apakah misalnya di Aceh rakyat meminta referendum, itu sudah siap diberikan lepas dari konsekuensi apa yang diterima.</p>
<p>[RN]: Menurut Ibu Mega, kalau setiap daerah menuntut merdeka, maka Indonesia akan pecah. Itu mungkin maksud Ibu Mega.</p>
<p>[FR]: Kita nggak tahu itu. Ibu Mega itu agak optimis ya dengan semangat negara kesatuan republik Indonesianya ini, kalau semua tuntut merdeka, ya jelas Indonesia akan pecah, kalau memang itu konsekuensi terbaik mengolah kepentingan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara, itu tidak masalah. Tapi sampai hari ini belum kita dengar bahwa ada di setiap wilayah menuntut kemerdekaan.</p>
<p>[RN]: Apakah rakyat Aceh memang yakin kalau mereka mendapat otonomi lebih luas atau suatu saat mungkin kemerdekaan sendiri, maka kemakmuran rakyat Aceh serta seluruh wilayah memang terjamin?</p>
<p>[FR]: Ketika Aceh menjadi sebuah negara, Aceh bisa hidup secara damai. Jadi, sisi kehidupan masyarakat pun bagus. Jadi dalam analisis kami, sebelum Aceh menjadi bangsa dan negara, maka selama itu pula, Aceh tidak pernah aman. Rakyat Aceh tidak akan sejahtera, tapi ketika Aceh menjadi bangsa dan negara, maka ketika itu, Aceh lebih mudah mengelola kepentingan bersama, kan lebih mensejahterakan rakyatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anggota oleh bintang</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-906</link>
		<dc:creator>bintang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-906</guid>
		<description>salam,
aq dari Rakom Unity Sorong Papua ingin tanya bagaimana kelanjutan proses penyegelan dan penyelesaian dari masalah tersebut. kami sudah 2 tahun lebih sudah tidak mengudara, bagaimna pengurusannya 
tolong infokan perizinan yang sedang diurus melalui KPI (Sdr. Adi Puspita SH).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam,<br />
aq dari Rakom Unity Sorong Papua ingin tanya bagaimana kelanjutan proses penyegelan dan penyelesaian dari masalah tersebut. kami sudah 2 tahun lebih sudah tidak mengudara, bagaimna pengurusannya<br />
tolong infokan perizinan yang sedang diurus melalui KPI (Sdr. Adi Puspita SH).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anggota oleh azis</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-904</link>
		<dc:creator>azis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:57:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/anggota/#comment-904</guid>
		<description>Kami dari Radio Komunitas Warga Cinere Lebak, ingin bergabung di JRKI... bagaimana caranya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kami dari Radio Komunitas Warga Cinere Lebak, ingin bergabung di JRKI&#8230; bagaimana caranya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Forum Diskusi oleh extextdic</title>
		<link>http://jrki.wordpress.com/artikel-opini/#comment-901</link>
		<dc:creator>extextdic</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 23:07:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jrki.wordpress.com/artikel-opini/#comment-901</guid>
		<description>Hi there!
I would like to burn a theme  at this forum.  There is such a nicey, called HYIP, or High Yield Investment Program.  It reminds of  ponzy-like structure, but in rare cases  one may happen to meet a company that really pays up to 2% daily not on invested money, but from real profits.

For several years , I earn  money with the help of these programs. 
I&#039;m with no money problems now, but there are heights that must be conquered . I get now up to 2G a day , and I started with funny 500 bucks. 
Right now, I&#039;m very close at catching at last a guaranteed  variant to make a sharp rise .  Visit  my web site to get additional info.

&lt;a href=&quot;http://www.theblogmoney.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://www.theblogmoney.com&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi there!<br />
I would like to burn a theme  at this forum.  There is such a nicey, called HYIP, or High Yield Investment Program.  It reminds of  ponzy-like structure, but in rare cases  one may happen to meet a company that really pays up to 2% daily not on invested money, but from real profits.</p>
<p>For several years , I earn  money with the help of these programs.<br />
I&#8217;m with no money problems now, but there are heights that must be conquered . I get now up to 2G a day , and I started with funny 500 bucks.<br />
Right now, I&#8217;m very close at catching at last a guaranteed  variant to make a sharp rise .  Visit  my web site to get additional info.</p>
<p><a href="http://www.theblogmoney.com" rel="nofollow">http://www.theblogmoney.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
